Categories
BISNIS INFORMASI

Tips Budidaya Ikan Patin Untuk Pemula

Budidaya ikan patin memang kedengaranya menggiurkan.  Terlebih jika kita sudah membayangkan keuntungan yang akan didapat. Meskipun begitu melakukan budidaya ikan patin tidaklah mudah terutama budidaya ikan patin untuk pemula. Sebelum memulai beternak, Seringkali kita akan merasa takut jika saja gagal saat pembudidayaan padahal modal yang dikeluarkan tak sedikit. Selain itu, banyak yang menganggap jika membesarkan bibit patin akan sulit.

Nah bagi Anda yang ingin mencoba peluang usaha dengan budidaya ikan patin, berikutĀ  kami akan memberikan tips ya bagaimana melakukan budidaya ikan patin untuk pemula. Jadi, Anda tak perlu ragu lagi untuk mencoba.

Pemilihan Benih Unggul

Jika Anda ingin sukses dalam membudidayakan ikan patin, memilih benih yang unggul sangat penting diperhatikan. Bibit terbaik juga bisa menentukan berapa lama waktu pemanenya lho.

Untuk mendapatkan bibit ikan patin saat ini bukanlah hal sulit. Bibit tersebut bisa Anda dapatkan melaui pemijahan sendiri. Namun, jika Anda kurang percaya diri dengan melakukan pemijahan, akan lebih baik jika membeli benih di di Balai Benih Ikan (BBI) terdekat ya.

Saat memilih benih ikan patin inipun juga ada beberapa hal perlu Anda perhatikan ya. terlebih saat ini benih patin sudah banyak yang diperjual belikan dengan berbagai penawaran. Jadi, Anda jangan sampai terkecoh dan malah akan merugikan usaha Anda.

Benih ikan yang berkualitas ini memiliki ciri diantaranya memilki warna mengkilap dan ukuranya pun seragam, ikan terhindar dari kecacatan dan luka pada tubuhnya, serta dapat bergerak secara lincah. Dan juga beli bibit tersebut pada saat kolam sudah siap dimasuki ikan ya.

Mempersiapkan Kolam

Untuk melakukan budidaya ikan patin untuk pemula, Ada beberapa hal yang perlu Anda persipakan. Salah satunya yaitu bagaimana pengairanya dan juga kolam yang Anda gunakan hingga bibit ikanya sendiri.

Hal pertama yang perlu Anda persiapkan dalam pembuatan kolam  yaitu pembuatan  kolam. Idealnya kolam ikan patin yaitu menggunakan terpal ya karena terbilang lebih efisien dan lebih mudah disesuaikan dengan lahan yang Anda miliki.

Nah jika terpal yang Anda gunakan tersebut masih baru, sebaiknya Anda mencuci dahulu terpal tersebut ya setelah itu jemur dan baru bisa dipasang.

Pemberian Probiotik

Setelah kolam sudah siap, Anda bisa menaburi kolam dengan kapur pertanian beserta air  dan juga probiotik. Anda bisa menggunakan probiotik sesuai keinginan kurang lebih sebanyak 200 cc per 100 m2.

Probiotik tersebut dapat Anda tambahkan pada saat pemasukan air petama pada kolam. Setelah pemberian probiotik pun, Anda perlu membiarkan kolam tersebut selama selama 5 sampai  7 hari hingga tumbuh plankton baru setelahnya bibit benih ikan dapat dimasukkan kolam.

Penebaran Benih Kedalam Kolam Terpal

Tips selanjutnya yang perlu Anda perhatikan dalam budidaya ikan patin untuk pemula yaitu pada saat melakukan penebaran benih ke dalam kolam. Jadi, seperti yang dibahas sebelumnya, benih tersebut bisa Anda masukkan ketika kolam sudah ditumbuhi plankton.

Selain itu, saat Anda akan melakukan penebaran benih ikan ke kolam ada beberapa hal juga yang perlu Anda perhatikan. Dalam kata lain ada beberapa treatment yang harus Anda lakukan, jadi tak boleh sembarangan agar hasilnya lebih baik.

Pertama, pastikan bahwa air pada kolam sudah cukup  memenuhi syarat untuk pembudidayaan ya. Sebelum  ikan dilepas, tentu Ia perlu menyesuaikan suhu dengan kolam kan? Nah, untuk itu masukkan ikan yang masih terdapat pada wadah selama 15-20 menit di kolam.

Baru setelah itu, Anda bisa melepas ikatan tali plastik dan membiarkan sendiri ikan keluar dari wadah. Pelepasan benih ikan tersebut  lebih efisien jika dilakukan pada saat sore hari yaitu ketika suhu air tak terlau panas ya.  

Pemberian Pakan Ikan

Pemberikan pakan juga sangat pening diperhatikan dalam budidaya ikan patin. Namun  selama 3 sampai 5 hari pertama saat ikan dimasukkan ke kolam, sebaiknya tak perlu dikasih pakan atau palet terlebih dahulu karena ikan dapat dapat memakan plankton.

Pemberikan pakan pada ikan patin ini sebaiknya juga tak perlu terlalu banyak karena bisa jadi malah bisa menimbulkan masalah pada ikan lho. kualitas dari pakan ikan pun harus Anda perhatikan untuk menghindari masalah kembung pada ikan.

Untuk waktu pemberian pakan,  Anda bisa memberi pakan ikan sebanyak 4-5 kali sehari pada saat ikan masih kecil. Sedangkan pada pakan ikan patin yang sudah memasuki masa panen, cukup berikan 3 kali saja. 

Perawatan Rutin

Tips budidaya ikan patin untuk pemula yang juga sangat perlu diperhatikan lainya yaitu  pada aspek perawatan.  Untuk itu, agar budidaya anda lebih maksimal, perlu sekali untuk melakukan penggantian airnya  secara rutin miniman 2-3 minggu sekali ya.

Pembersihan kolam ini sangat diperlukan terutama untuk membuang sisa-sisa  makanan maupun kotoran yang dihasilkan oleh ikan tersebut. jadi, perlu Anda perhatikan sekali ya. Terutama pada musim kemarau, emlakukan pengecekan volume air kolam secara intensif sangat disarakan. Hal tersebut karena pada musim ini air akan lebih cepat menguap.

Tertarik melakukan budidaya ikan patin di atas? Jika Anda masih pemula, pastikan punya wawasan luas terkait pembudidayaan ini. Jika informasi di atas masih kurang, ulasan dari cekaja.com bisa menambah wawasan Anda. Untuk itu, klik link di bawah ini.

https://www.cekaja.com/info/peluang-budidaya-ternak-ikan-patin-dijamin-menguntungkan/

    .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *